Tahan Suku Bunga, BI Diminta Risiko Eksternal
Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5% untuk ke-17 kali berturut-turut. Ini dilakukan saat sejumlah bank sentral lain, termasuk The Federal Reserve, agresif pengetatan kebijakan moneternya dengan menaikkan suku bunga acuan. Terkait itu, BI diingatkan agar mewaspadai risiko eksternal yang mulai tergambar pada arus modal keluar yang deras dan diikuti dengan rupiah yang terdepresiasi. "Keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi inti yang masih terjaga di tengah risiko dampak perlambatan ekonomi global terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri," kata Perry saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RGD) BI bulan Juli lalu 2022 dengan cakupan kuartalan yang dilakukan secara daring di Jakarta, Kamis (21/7). Untuk itu Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, BI mengukuhkan bauran kebijakan yang meliputi pertama, memperkuat operasi moneter sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi risiko kenaikan ekspektasi inflasi dan inflasi inti melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang dan penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023