Freight Masih Tinggi, Biaya Ekspor-Impor Meroket
Para pelaku usaha ekspor-impor menganggap perang anatara Ukraina dan Rusia menjadi pendorong berlanjutnya kenaikan dan ketidakpastian ongkos angkutan laut atau freight yang memicu naiknya biaya produksi. "Kita jadi kehilangan opportunity untuk melakukan ekspor barang lebih banyak. Tahun lalu, Desember realisasi ekspor kita mencapai diatas US$ 200 miliar. Artinya, sebenarnya peluang ekspor besar, kalau tidak dihadang kenaikan freight ini bisa jadi naik US$ 300 sampai dengan US$ 400 miliar. Surplus perdagangan tinggi dan devisa menjadi kuat." kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Putranto. Adik menyebutkan, sebagai eksportir membebankan biaya transportasi atau angkut kepada buyer. Ada juga mereka yang baisanya pakai cargo, sekarang tidak lagi, memilih loss cargo, misalnya produk furniture hanya di-packing dengan plastik wraph, kemudian langsung dimasukkan kapal. "Risiko terjadi kerusakan memang ada tetapi tidak ada cara lain," terang dia. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023