BEI Kurang Seksi di Mata Startup
Bursa Efek Indonesia (BEI) masih harus bekerja keras menggaet perusahaan rintisan (startup) untuk menjajakan sahamnya di bursa saham. Pasalnya, ada sinyal startup yang beroperasi di Indonesia ogah melego saham di bursa lokal. Dukungan investor besar dan kontrol sosial menjadi alasan startup enggan IPO. Achiko Limited, penyedia layanan tekfin Mimopay, berencana mengajukan pencatatan saham secara langsung di bursa efek Swiss SIX. Perusahaan yang didukung Grup MNC berencana mencatatkan 100 juta saham di bursa Swiss.
Keinginan BEI tidak muluk-muluk. Direktur Penilaian BEI menargetkan, dua sampai tiga perusahaan rintisan bisa menawarkan sahamnya ke publik. Caranya, startup tidak perlu menunggu asetnya besar jika ingin IPO. Bahkan dengan aset menengah, Rp 50 miliar, BEI membuka kesempatan untuk tumbuh di bursa. Yang penting, BEI akan melihat sustainability-nya, model bisnis, juga atribusi balik ke investor.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023