Inflasi Juni Diprediksi Naik Jadi 4,62%
Inflasi diprediksi naik menjadi 4,62% secara tahunan (year on year/yoy) pada Juni 2022, dibandingkan bulan sebelumnya 3,55%. Jumlah itu melampaui sasaran inflasi Bank Indonesia (BI) sebesar 3% plus minus 1%. Faisal Rachman Chief Economist Bank Mandiri, menegaskan, (month on month/mom) diprediksi mencapai 0,52%, naik dari Mei 0,4%. Hal ini disebabkan gangguan pasokan akibat cuaca dan rantai pasokan, serta kenaikan permintaan bahan pangan. "Kenaikan terjadi di komoditas cabai merah, cabe rawit hijau, , bawang merah, dan telur ayam," kata dia dalam catatan, Rabu (29/6). Menurut dia, lonjakan inflasi memberi tekanan ke BI untuk menaikkan BI-7DRRR mulai semester II-2022. Adapun inflasi inti diprediksi mencapai 2,58% (yoy) pada Juni, naik dibandingkan Mei 2022 sebesar 2,5%. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan inflasi Juni pada 1 Juli 2022. "Secara keseluruhan, kami memprediksi inflasi melampaui 4% pada akhir 2022, kemungkinan bisa mendekati 4,6%." kata dia. (Yetede)
Tags :
#InflasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023