GWM Serap Rp350 T, Likuiditas Bank Dipastikan Aman
Kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menaikkan giro wajib minimum (GWM) untuk bank umum secara gradual dari 3,5% hingga menjadi 9% pada September 2022, disebut akan menyerap likuiditas perbankan sebesar Rp350 triliun. Dalam hal ini, Perhimpunan Bank-Bank Internasional Indonesia (Perbina) meyakini bahwa kondisi likuiditas industri perbankan masih memadai untuk mendukung ekspansi kredit. "Deposit rupiah di bank itu sekitar Rp6.400 triliun, setiap 100 basis poin menyerap Rp64 triliun. Awal tahun GWM itu 3,5% dan akan naik jadi 9%, artinya 5,5% dikali dengan Rp64 triliun sudah Rp350 triliun. LDR perbankan secara industri masih memadai 78-80%." ungkap Ketua Umum Perbina Batara Sianturi dalam acara Power Lunch CNBC Indonesia, akhir pekan lalu. Dia menilai, dengan masih memedainya likuiditas meski GWM yang naik sampai 9% sampai dengan September mendatang, mulai terlihat permintaan kredit dari nasabah multinasional Citibank. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023