TAMBANG BAWAH TANAH, Ketika Santai dan Waspada Jadi Satu
Ribuan insinyur dan pekerja berada di dalam terowongan bawah tanah di pertambangan PT Freeport Indonesia di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Dengan mitigasi yang memadai, mereka bekerja dengan santai, tetapi tetap selalu waspada akan ancaman yang bisa datang kapan saja.Leroy Manogar (41) Rabu (1/6/2022) pengawas perawatan lokomotif elektrik pengangkut material, dari pagi hingga menjelang malam, berada di salah satu terowongan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), yang merupakan tambang terbesar di antara tiga tambang bawah tanah lain yang dikelola PT FI. Dua areal tambang yang lain adalah Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan.
GBC dan areal tambang bawah tanah lainnya berelevasi2.500 meter di atas permukaan laut. Ketiga areal tambang berada di bawah tambang permukaan Grasberg yang sangat fenomenal dengan alur tambang melingkar dan mengerucut ke dalam tanah. Walau berada di dalam tanah, sepintas kantor Roy seperti di dalam gedung. Lampu terang benderang, ada ruang kerja beserta meja dan perlengkapannya, serta terdapat ruang rapat. Udara ataupun suhu di sana normal seperti halnya di permukaan. Itu karena areal tambang bawah tanah dilengkapi banyak ventilasi yang dibor dari tebing gunung.
Di tambang bawah tanah itu, gempa menjadi salah satu ancaman. Gempa dapat memicu semburan batuan yang bisa melindas pekerja atau meruntuhkan terowongan. Untuk mengetahui ancaman risiko tersebut, pekerja bawah tanah berkomunikasi intensif dengan petugas darat, sebutan bagi mereka yang bertugas di permukaan tanah. Informasi terkait kekuatan gempa, titik gempa, hingga beragam kemungkinan, termasuk evakuasi, diberikan. Selain ancaman gempa, paparan gas beracun, seperti hidrogen sulfida dan belerang dioksida, juga menjadi bahaya lain di tambang bawah tanah.
Muhammad Irfan Azwanto (37), insinyur tambang tamatan Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Jakarta, menyatakan, pada April 2022 sempat terjadi semburan gas beracun. Kejadian tersebut menimpa salah satu operator, beruntung hal itu tak berujung fatal. Untuk mengatasi situasi darurat, baik karena gempa, semburan gas, maupun lainnya, simulasi menjadi salah satu kegiatan rutin tiap bulan. (Yoga)
Tags :
#PertambanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023