Tingkatkan Daya Tahan dengan menjaga Inflasi dan Mempertahankan Daya Beli
Ancaman Resesi Amerika Serikat bisa menyeret kinerja ekspor Indonesia karena menurunnya permintaan pasar global. Namun di sisi lain, harga komoditas masih cenderung tinggi sepanjang tahun 2022 ini. Karena itu, perlambatan pertumbuhan global dapat menahan volume ekspor Indonesia. Jika kondisi inflasi tinggi yang dibarengi dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi atau stagflasi benar-benar terjadi, volume ekspor Indonesia berpotensi turun signifikan. Kondisi ini perlu diwaspadai. Lebih dari 50% produk domestik bruto (PDB) Indonesia disumbang dari konsumsi rumah tangga. Artinya, yang paling menentukan pertumbuhan Indonesia saat ini adalah tingkat inflasi yang bisa mempengaruhi daya beli. Jadi, kebijakan pemerintah diperlukan untuk mendukung penguatan daya beli ini.
Tags :
#InflasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023