Berharap Utang dari CBD
PT (Kereta Cepat Indonesia China KICI) berharap pada China Development Bank (CBD) untuk menutup pembengkakan biaya atau overrun proyek sepur cepat. Lobi sudah dibangun dan perusahaan mengklaim menerima sinyal positif. "CBD sebagai salah satu investor, sebagai lender, masih menyanggupi untuk membiayai tambahan biaya," ujar Direktur Utama PP KCIC Dwiyana Slamet Riyadi, kemarin. Namun komunikasi tersebut masih bersifat informal. Sebab, angka biaya untuk proyek kereta cepat masih dalam perhitungan, tak hanya oleh perwakilan Indonesia tapi juga oleh China. Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dikerjakan oleh konsorsium perusahaan pelat merah dari dua negara yang tergabung menjadi KCIC. Indonesia diwakili oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang memegang 60% saham, sedangkan China oleh Beijing Yawan HSR Co,Ltd. Dari sisi Indonesia angka cost overrun akan ditentukan Komite Kereta Cepat, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, dengan anggotanya Menteri Keuangan, Menteri BUMN, serta Menteri Perhubungan. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023