Integritas Pemimpin BUMN
Pada 2022, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus menekan pedal gas untuk merombak jajaran pimpinan BUMN. Perombakan dilakukan dengan mengganti direksi dan komisaris dengan sosok yang dinilai layak untuk mengisi posisi tersebut. Selain masuk dalam program transformasi BUMN, ada beberapa alasan utama pencopotan dan pengangkatan para petinggi BUMN, khususnya kepemimpinan perempuan. Erick menargetkan pada 2023 kepemimpinan perempuan di BUMN akan mencapai 25 persen. Hal ini bertujuan untuk memberikan spotlight kepada para profesional perempuan di BUMN untuk mewujudkan kinerja yang lebih cemerlang. Kendati bertujuan positif, perombakan ini semestinya tetap diisi oleh sosok yang berintegritas tinggi. Integritas merupakan sikap yang sering dipersyaratkan ketika perusahaan membuka lowongan untuk mengisi jabatan di perusahaan tersebut. Integritas identik dengan kejujuran, jadi apabila seseorang dikatakan memiliki integritas berarti orang tersebut jujur.
Sebaliknya, jika seorang pemimpin tidak memiliki integritas, maka akan menimbulkan fraud di perusahaan. Kasus dugaan suap antar-BUMN, yakni PT Angkasa Pura II (PT AP II) dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) pada 2019, menjadi salah satu contoh nyata kurangnya integritas pimpinan BUMN.
Selain itu, pimpinan BUMN juga harus menjadi teladan dalam menginternalisasikan nilai-nilai utama budaya perusahaan yang selaras dengan prinsip-prinsip GCG. Dengan demikian, BUMN akan dipimpin oleh pemimpin yang andal, memiliki effort, dan daya juang. Dalam hal ini, figur pemimpin yang memiliki sense of crisis dan sense of belonging terhadap BUMN yang dipimpinnya.
Tags :
#UmumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023