Indonesia Waspadai Dampak Resesi AS
Pemulihan ekonomi Indonesia masih dibayangi berbagai risiko melemahnya ekonomi global. Terbaru, datang dari ekonomi Amerika Serikat (AS) yang semakin dekat dengan jurang resesi, setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan hingga 75 basis poin untuk meredam inflasi dan kondisi pasar keuangan yang tidak stabil.
Pasalnya, ekonomi Indonesia masih berada di tahap awal pemulihan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini mencapai 5,01%, setelah 2021 hanya tumbuh 3,69%. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celius) Bhima Yudhistira mengungkapkan, ancaman resesi Negeri Paman Sam perlu diwaspadai. Sebab hal tersebut membawa sejumlah risiko untuk Indonesia. Pertama, keluarnya modal asing di pasar obligasi karena penyesuaian tingkat imbal hasil (yield) US Treasury dengan kenaikan suku bunga the Fed. Kedua, likuiditas di pasar akan semakin menyempit akibat terjadinya perebutan dana antara pemerintah dan perbankan. Ketiga, kenaikan suku bunga the Fed rentan diikuti oleh kenaikan tingkat suku bunga di negara berkembang. Keempat, naiknya imported inflation sebagai akibat membengkaknya biaya impor bahan baku dan barang konsumsi yang dipicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023