;

Geometri Jalur Sitinjau Lauik Akan Dibenahi Mulai 2023

19 Jun 2022 Kompas
Geometri Jalur Sitinjau
Lauik Akan Dibenahi
Mulai 2023

Opsi pembangunan jembatan layang untuk membenahi jalur Sitinjau Lauik di Kota Padang, Sumbar, dibatalkan karena memakan biaya besar di tengah sulitnya kondisi keuangan negara akibat pandemi Covid-19. Walakin, jalur rawan kecelakaan dan kemacetan di Kota Padang itu tetap bakal dibenahi mulai 2023 dengan mengubah geometri jalan. Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi di Padang, Sabtu (18/6), mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, sejak 2013, menyusun beberapa dokumen dan alternatif model pembenahan jalan nasional.Ada dua pilihan, yaitu model jembatan layang dan perubahan geometri jalan.

Model jembatan layang yang cantik dan megah, kata Medi, pernah viral di media sosial. Namun, biayanya sangat besar. Untuk jembatan layang pertama dititik Panorama I Sitinjau Lauik biayanya hampir Rp 1,5 triliun dan di titik Panorama II Sitinjau Lauik sekitar Rp 2,5 triliun. ”Belum lagi memperhitungkan kondisi rawan gempa yang tentu konstruksinya akan menjadi semakin mahal sehingga Kementerian PUPR mencari alternative lain, yakni mengubah geometri jalan existing. Itu yang disepakati saat musrenbangnas (musyawarah perencanaan pembangunan nasional) pada Mei lalu,” kata Medi.

Pada opsi perubahan geometri jalan, bentuknya bisa jadi ada jalan layang, tetapi tidak seperti yang viral di media sosial. Jalan saat ini tetap dipakai dan diperlebar ke arah jurang, lalu menembus tebing, agar kemiringan tidak tajam seperti  sekarang. Biayanya pun tentu lebih murah. ”Tujuan kami ingin jalan aman, lancar, tidak begitu curam lagi sehingga potensi kecelakaan berkurang,” ujar Medi. Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sumbar Purnawan mengatakan, semakin lama volume lalu lintas di jalur Sitinjau Lauik makin tinggi dan banyak truk besar. Hal itu menjadi persoalan. Selain rawan kecelakaan, kondisi tersebut sering memicu kemacetan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :