PERANG RUSIA–UKRAINA : BAHAN BAKU PUPUK MASIH AMAN
Sejumlah pabrikan pupuk menyatakan pasokan bahan baku penyubur tanaman itu memadai di tengah gangguan suplai dari Rusia karena perang di Ukraina. Untuk menyubstitusi bahan baku dari Negeri Beruang Merah, produsen pupuk mendatangkan bahan baku dari negara lain, seperti Yordania dan Malaysia, meskipun tetap menderita kenaikan harga di pasar global. Pasokan bahan baku yang tetap lancar itu terkonfirmasi dalam data BPS yang menyebutkan impor bahan baku pupuk tetap naik bulan lalu. PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk di Tanah Air aman hingga akhir tahun ini. SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan perseroan merealisasikan 9,1 juta ton pupuk bersubsidi per tahun untuk jenis urea, NPK, ZA, SP 36, dan organik. Angka realisasi tersebut setara dengan kebutuhan pupuk dalam negeri untuk kategori subsidi, yakni 9 juta ton per tahun. Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi sekitar 13,7 juta ton per tahun dengan realisasi 12,3 juta ton per tahun. Sekitar 75%-80% diprioritaskan untuk kebutuhan subsidi. Sementara itu, untuk mengamankan pasokan pupuk fosfat yang terancam oleh aksi moratorium negara pemasok utama dan kekhawatiran terhadap Perang Rusia-Ukraina, perseroan menjalin kerja sama dengan Jordan Phospate Mines Co. Plc (JPMC). JPMC merupakan produsen pupuk dari Yordania yang sudah menjalin kerja sama dengan PT Pupuk Kaltim dan PT Petro Jordan Abadi Co. melalui kemitraan dengan Indonesian Gresik Petrochemicals Co.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023