Digitalisasi UMKM Dorong Kemandirian
Sektor UMKM punya potensi besar untuk berkontribusi dalam perekonomian nasional. Digitalisasi ikut memperluas pasar sekaligus menjadi peluang terciptanya kemandirian ekonomi. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, atau UMKM punya potensi besar untuk berkontribusi dalam perekonomian nasional. Lewat digitalisasi, sektor usaha tersebut akan berkembang kian optimal seiring meluasnya pasar. Kenaikan kelas sektor usaha tersebut sekaligus menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi. Hal tersebut terungkap dalam diskusi bertajuk ”Peran UMKM dalam Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Transformasi Digital” yang digelar harian Kompas dan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dengan dukungan Bank Jateng, di Gedung Ki Hajar Dewantara UNS, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (15/6/2022). Acara tersebut juga bagian dari Festival Bulan Bung Karno. Dalam pidato kuncinya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, kemandirian ekonomi belum benar-benar bisa dicapai bangsa ini meski sudah merdeka puluhan tahun lamanya. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, saat ini jumlah UMKM 64,2 juta. Mereka berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,07 persen. Tenaga kerja yang diserap mencapai 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia.
Tags :
#UMKMPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023