Pangkal Kejanggalan Investasi Telkomsel
Ribut-ribut tentang investasi Group Telkom di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) sebulan terakhir dipicu oleh laporan keuangan triwulan I 2022 PT Telkom Indonesia (persero) Tbk yang dipublikasikan pada awal Mei lalu. TLKM-kode emiten Telkom- mencatat adanya kerugian yang belum direalisasi senilai Rp 882 miliar. Kerugian itu bersumber dari penyertaan modal anak perusahaan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa- bendera Gojek sebelum merger dengan PT Tokopedia menjadi GoTo pada 18 Mei 2021.
Investasi Telkomsel dimulai pada 16 November 2020.Kala itu, perseroan mengucurkan modal sebesar US$ 150 juta atau senilai Rp2,11 triliun kepada Gojek dalam bentuk surat utang yang dikonversi menjadi saham alias convertible bond. Dalam perjanjian, Telkomsel juga berhak menggunakan opsi ini dengan gelontoran dana senilai Rp4,29 triliun, sehari setelah GoTo lahir. Semula dalam laporan keuangan 2021, Telkom mencatat keuntungan belum direalisasi sebesar Rp2,49 triliun sebagai hasil dari penyertaan jangka panjang Telkomsel di GoTo. Masalahnya, dalam laporan keuangan triwulan I 2022 Telkom, nilai wajar saham GoTo menyusut menjadi tinggal Rp338 per saham (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023