;

Tampak di Pendataan, Buram di Lapangan

Ekonomi Yuniati Turjandini 09 Jun 2022 Tempo (H)
Tampak di Pendataan, Buram di Lapangan

Tak semata mengungkapkan kelemahan tata kelola dan pengamanan aset, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun mengkritik hasil pendataan aset BLBI yang dikumpulkan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DKJN) Kementerian Keuangan. Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu atas Pengelolaan Aset Properti dan Aset BLBI 2020 dan Semester I 2021, skema pengumpulan dan verifikasi aset properti tersebut belum menjamin kelengkapan data. "Pelaksanaan kegiatan inventarisasi berisiko tidak efektif dan hasilnya belum dapat digunakan untuk perbaikan penatausahaan aset properti," demikian isi catatan BPK dalam hasil audit yang dikukuhkan pada Januari 2022. Alih-alih terverifikasi secara lengkap, BPK mendapati beragam masalah aset BLBI, seperti 211 unit aset yang keberadaannya tidak bisa diidentifikasi, 58 unit aset yang terdata oleh kantor wilayah DJKN dan masuk daftar nominatif tapi tidak ada dalam neraca, serta 64 aset yang fisiknya dikelola Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) tapi tidak tercantum dalam kertas kerja inventarisasi. (Yetede)

Download Aplikasi Labirin :