;

”Start Up” Kini Dituntut Tumbuh Rasional

Ekonomi Yoga 06 Jun 2022 Kompas
”Start Up” Kini Dituntut
Tumbuh Rasional

Tren PHK di sejumlah perusahaan rintisan (start up) bidang teknologi belakangan ini tidak bisa dilepaskan dari imbas kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan rapuhnya fundamental perusahaan. Perusahaan rintisan kini dituntut realistis untuk mengubah strategi bisnis menjadi lebih rasional. Mengutip laporan laman agregator layoff. fyi, sepanjang tahun 2022, total 31.707 pekerja start up di dunia yang mengalami PHK. Pada Mei 2022, ada 16.923 orang yang mengalami PHK. Sementara, kendati bulan Juni baru berjalan empat hari, sudah ada 1.229 karyawan yang di-PHK. Berdasarkan laporan yang sama, sektor digital yang paling banyak melakukan PHK atau meminta karyawan mengundurkan diri adalah sektor transportasi, makanan, perjalanan, teknologi finansial, serta perdagangan secara elektronik (e-dagang) dan ritel. Direktur Riset Center of Reform on Economics Piter Abdullah menilai, ada kecenderungan perusahaan rintisan belum siap jika suntikan investasi dikurangi ataupun dihentikan. Pada saat bersamaan, tidak semua bisnis rintisan di Indonesia mencatatkan keuntungan. Akibatnya, sejumlah start up melakukan restrukturisasi usaha yang berdampak pada pengurangan karyawan.

Di Indonesia, isu PHK dan pengunduran diri menguat sejak dua pekan terakhir. Beberapa perusahaan rintisan Indonesia yang mengalami situasi itu adalah Fabelio (sejak awal 2021), TaniHub (Februari 2022), Zenius, Pahamify, Mobile Partner League (MPL), JD.ID, dan LinkAja. Manajemen Zenius dalam pernyataan resmi, Sabtu (4/6) membenarkan adanya pengurangan karyawan. Hal ini dilakukan demi beradaptasi dengan kondisi makro ekonomi yang dinamis. Karena itu, lebih dari 200 karyawan harus meninggalkan Zenius. Head of Corporate Secretary Group LinkAja Reka Sadewo saat dikonfirmasi hanya mengatakan, sebagai start up yang terus berkembang, perusahaan ingin bisa tetap melaju lincah dan adaptif. Oleh karena itu, penyesuaian dalam perusahaan akan terus terjadi, termasuk di organisasi SDM. Director of GM JD.ID Jenie Simon juga membenarkan rumor terjadinya PHK dan pengunduran diri karyawan. Perusahaan memang sedang melakukan peninjauan, penyesuaian, dan mengembangkan inovasi strategi bisnis dan usaha. Terkait kebijakan itu, perusahaan mengambil keputusan restrukturisasi yang di dalamnya menyangkut pengurangan jumlah karyawan. (Yoga)


Tags :
#Startup
Download Aplikasi Labirin :