Pelaku UMKM di Jatim Semakin Kreatif
Pendampingan langsung dan terus-menerus kepada pelaku UMKM efektif menekan rasa malas hingga ingin menyerah akibat Pandemi Covid-19. Tidak hanya membantu sekadar bertahan, pendekatan itu juga potensial memicu kreativitas pelaku usaha. Hal itu dirasakan sebagian pelaku UMKM peserta Program Pendampingan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di Sukorejo, Pasuruan, Jatim. Di pusat pelatihan kewirausahaan yang berdiri sejak 2007 ini, pelatihan dan pendampingan UMKM binaan tidak berhenti meski pandemi. Polanya dilakukan daring dan tatap muka.
Winarsih, pengusaha kerajinan rajut dan eceng gondok asal Gempol, Pasuruan, Kamis (2/6), mengatakan, hampir setiap hari didatangi fasilitator. Mereka memantau perkembangan usaha hingga memberi tips pemenuhan kebutuhan sehari-hari, seperti menanam sayur di rumah. Buahnya ia nikmati saat kembali mengantongi omzet hingga Rp 200 juta dalam Inacraft 2022. Kreativitas pengusaha sari buah asal Prigen, Pasuruan, Wahyuniarti, juga terus digenjot saat pandemi. Lewat pelatihan daring, ia diajak terus berinovasi, hingga akhirnya membuat produk keripik buah dan bumbu pecel
Gabungan Kelompok Tani Kopi Lereng Welirang, yang dipimpin Widi Prayitno, juga banyak belajar saat pandemi. Salah satu metode yang dilakukan untuk tetap bertahan adalah mengumpulkan modal bersama untuk setahun ke depan. Uang itu untuk membiayai kebutuhan operasional lahan kopi. Widi mengatakan, petani sepakat tidak melayani pembelian biji kopi (green bean) untuk menaikkan nilai ekonomi panen petani. Harga jual kopi kelak bisa lebih tinggi karena langsung dijual ke kedai. Jaringan konsumennya terentang hingga Yunani dan Arab Saudi. (Yoga)
Tags :
#UMKMPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023