;

Ruang Terbengkalai Jadi Tempat Kreasi Penuh Aksi

Ruang Terbengkalai Jadi Tempat Kreasi Penuh Aksi

Kota Bandung, Jabar, memiliki ruang kreasi untuk menelurkan hingga menularkan ide-ide. Dari awalnya ruang terbengkalai dan pernah hangus karena kebakaran, kini keberadaannya jadi ruang eksistensi yang merespons perubahan zaman. Event and PR Manager ESMOD Jakarta, Chike Herningtias, semringah saat melihat area terbuka di Laswee Creative Space, Bandung, Rabu (25/5) malam. Di tengah kawasan berbentuk huruf U itu terdapat taman dengan sejumlah kursi dan beberapa pohon besar yang meneduhkan lokasi. Tempat itu menjadi ruang terbuka yang kerap digunakan untuk diskusi dan silaturahmi. Laswee Creative Space berada di lahan dan bangunan milik Pemprov Jabar yang dulunya terbengkalai. Ditemani Manajer Laswee Creative Space Pita Tjokronegoro, Chike meninjau area yang disinari rangkaian lampu taman tersebut. ESMOD adalah sekolah mode dari Perancis dan telah eksis di Indonesia sejak 1996 itu, kata Chike, bakal menggelar acara di Laswee. ”Kami akan mengadakan acara kreatif bertema ’Meet the Local Hero’ di sini pada Jumat-Sabtu (27-28/5). Saya rasa tempat ini sangat cocok untuk workshop hingga pameran busana,” ujar Chike dengan mata berbinar.

Pita mengatakan, Laswee dikelola Koperasi Bima Sejahtera Sentosa dan PT Olah Kelola Ruang. Tempat itu kini diisi sembilan gerai makanan-minuman dan tiga gerai busana. Dua ruangan lainnya disiapkan untuk aktivitas dalam ruangan yang terbuka untuk siapa saja. Setidaknya sekali sebulan ada kegiatan besar, seperti pameran hingga diskusi. Salah satunya, Bandung Design Biennale 2021 di awal November,” katanya. Gubernur Jabar Ridwan Kamil berharap ruang-ruang kreatif itu bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian. Hal ini sejalan dengan instruksi Menkeu untuk memanfaatkan aset-aset pemerintah yang tidak terpakai agar bernilai ekonomi. Karena itu, ia memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk memanfaatkan aset pemerintah demi kepentingan publik, termasuk untuk ruang-ruang kreatif. Apalagi, roda perekonomian tersendat di tengah pandemi Covid-19 sehingga semua perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memacu sektor itu.

Di Bandung, tidak hanya aset pemerintah yang terbengkalai, yang lalu disulap jadi ruang kreatif. Di Pasar Kosambi ada The Hallway Space yang menjadi tempat ratusan penggiat kreatif berkumpul dan memamerkan produknya. Pasar Kosambi di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, ini memiliki enam lantai. Namun, hanya lantai dasar yang diisi pedagang tradisional. Sebagian besar kios di lantai atas pada awalnya tidak terpakai. Pengelola The Hallway Space, Pam Setiawan, menyatakan, ruang kosong tersebut akan sia-sia jika dibiarkan. Karena itu, dia bersama pengelola lainnya memiliki konsep ruang kreatif, mulai dari tempat memasarkan produk hingga berdiskusi. Kebakaran yang melanda Pasar Kosambi pada 2019 tidak menyurutkan niat Pam dan rekan-rekannya ”menyulap” sebagian area pasar jadi The Hallway Space. Setelah dipastikan aman, mereka melanjutkan pembangunan dan mulai ramai sejak awal 2020. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :