;

KEBIASAAN BARU, Kembali ke ”High Heels” hingga Risiko Diretas ”Hacker”

KEBIASAAN BARU,
Kembali ke ”High Heels” hingga Risiko Diretas ”Hacker”

Bee Kheng Tay Presiden Cisco wilayah Asia Tenggara, sebuah perusahaan teknologi di bidang jaringan internet, system komputasi awan, dan keamanan siber mengatakan, ”Dari tadi saya duduk di pojokan karena tidak nyaman berdiri terlalu lama. Ini pertama kali saya mengenakan high heels setelah lebih dari dua tahun pandemi melanda,” ujarnya sambil berjalan canggung ke tengah ruang rapat. Dua tahun lebih, pekerja kerah putih terbiasa hanya mengenakan baju formal dan busana santai untuk sekadar terlihat proper di layar meeting virtual. Dua tahun sudah membentuk menjadi semacam cara hidup baru. Kini, bekerja tak lagi diukur oleh kemana kita pergi, tetapi dinilai dari hal apa yang kita lakukan. Tay menuturkan, 65 % responden dari total 6.000 sampel pekerja di Asia Tenggara merasakan peningkatan produktivitas saat bekerja dari rumah (WFH). Survei Cisco juga menunjukkan, 80 % responden menyatakan tetap dapat menyelesaikan kerja sama baiknya dari rumah dan kantor. Di sisi lain, bekerja dari rumah rawan menimbulkan sejumlah dampak negatif. Salah satunya adalah rentan stress berat alias burnout.

Direktur Senior Bidang SDM dan Komunitas Cisco wilayah Asia Pasifik Anupam Trehan mengatakan, 84 % pekerja di Indonesia yang menjadi sampel survei Cisco menginginkan pola kerja hibrida. Hanya 14 % yang menginginkan WFH secara penuh dan 3 % menginginkan bekerja dari kantor (WFO) secara penuh. Direktur Keamanan Siber Cisco wilayah Asia Tenggara Juan Huat Koo juga mengatakan, keamanan siber juga harus menjadi hal utama yang harus diperhatikan saat menerapkan pola kerja hibrida. Sayangnya, menurut survei Cisco tersebut, baru 69 % responden di Indonesia yang merasa yakin bahwa tempat kerja mereka telah benar-benar melek soal ancaman keamanan siber ini. ”Padahal, karena kini kita sangat bergantung pada teknologi, maka pertanyaannya bukan lagi apakah kita akan diretas, melainkan kapan kita akan diretas,” ujar Koo. Seiring normalnya situasi pandemi, berbagai adaptasi harus ditempuh setiap individu dalam beraktivitas, termasuk kembali mematut diri dengan sepatu hak tinggi, high heels, hingga risiko peretasan saat bekerja secara virtual. (Yoga)


Tags :
#Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :