Asa Petani Sawit Setelah Larangan di Cabut
Pencabutan larangan ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya mulai Senin pekan depan memulihkan asa para petani kelapa sawit. Musababnya, salam restriksi berlaku, harga tandan buah segar (TBS) petani anjlok hingga hingga kisaran Rp1.000 per kilogram dari sebelumnya di atas Rp 3.000 per kilogram. Bahkan di beberapa daerah, sawit petani tidak terjual karena pabrik kelapa sawit mengerem pembelian. "Kami mengapresiasi pernyataan Presiden soal pencabutan larangan ini hingga kehidupan para petani sawit di daerah bisa kembali normal dan roda ekonomi petani lebih baik," jujur Sekretaris Serikat Petani Kelapa Sawit, Mansuetus Darto, kepada Tempo, kemarin. Dalam sepekan terakhir, para petani kelapa sawit memang terus mendesak pemerintah untuk membuka kembali keran ekspor CPO. Desakan itu dilakukan melalui aksi di beberapa daerah dan melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Pasalnya, jika larangan ekspor terus berlangsung, sawit petani tidak akan terserap lantaran tangki-tangki penyimpanan di pabrik kelapa sawit penuh. (Yetede)
Tags :
#SawitPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023