;

Denyut Desa Wisata Selama Libur Lebaran Diharapkan Berlanjut

Ekonomi Yoga 18 May 2022 Kompas
Denyut Desa Wisata Selama Libur Lebaran Diharapkan Berlanjut

Sejumlah desa wisata berdenyut seiring melonjaknya jumlah kunjungan wisatawan selama masa mudik dan libur Lebaran 29 April-8 Mei 2022. Pemerintah mendorong agar denyut desa wisata berlanjut sehingga keberadaannya ikut berperan dalam pemulihan industri pariwisata pascapandemi Covid-19. Kemenparekraf menyatakan bakal mendukung melalui penyiapan SDM yang kompeten. Menparekraf Sandiaga S Uno menyebutkan, selama masa mudik dan libur Lebaran 2022, tingkat okupansi rumah singgah di desa-desa wisata di sekitar destinasi Candi Borobudur, Magelang, Jateng,  naik hingga 100 %. Adapun desa wisata Tegalmulyo di Klaten, Jaeng, mengalami kenaikan kunjungan wisatawan sebanyak 5.000 orang. Sementara kunjungan wisatawan ke desa wisata Kerapu, Kabupaten Situbondo, Jatim, meningkat 400 orang. Penjualan paket wisata di desa wisata Pentingsari, Sleman, DIY, diserbu 1.357 orang. Lalu, sebanyak 1.700 wisatawan berkunjung ke desa wisata Cikakak, Banyumas, Jateng, dan 6.320 wisatawan datang ke desa wisata Pentagen, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Sejauh ini, rata-rata pengeluaran wisatawan nusantara ke suatu destinasi selama 2,2 hari berkisar Rp 1,5 juta. Sementara rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara berkisar 1.500 USD untuk tiga hari kunjungan. Menurut Sandiaga, pemerintah mendorong kunjungan wisatawan yang berkualitas yang ditandai dengan durasi kunjungan lebih lama sehingga pengeluaran bertambah besar.

Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana, dalam diskusi ”Uang Beredar, Ekonomi Berputar” yang digelar Forum Merdeka Barat 9, menjelaskan, DIY merupakan daerah tujuan mudik sekaligus tujuan wisata. Selama masa mudik dan libur Lebaran 29 April-8 Mei 2022, DIY mendapat tambahan warga 1,3 juta-1,5 juta orang. Mereka termasuk wisatawan. Total perputaran uang mendekati Rp 2 triliun. Wakil Kepala Badan Moneter Kadin Indonesia Aviliani berpendapat, pemerintah seharusnya mulai memikirkan untuk memberikan stimulus dan insentif agar industri bisa segera pulih. Dari sisi pelaku usaha, dia menyarankan agar pengusaha mempunyai cara-cara inovatif mengikuti perkembangan permintaan atau tren kebutuhan konsumen jangka panjang, misalnya gencar memasarkan secara daring dan luring secara bersamaan. (Yoga)


Tags :
#Pariwisata
Download Aplikasi Labirin :