;

KTT ASEAN-AS Indonesia Harapkan AS ,Jadi Bagian Kerja Sama Inklusif di Kawasan

Ekonomi Yoga 14 May 2022 Kompas (H)
KTT ASEAN-AS
Indonesia Harapkan AS ,Jadi Bagian
Kerja Sama Inklusif di Kawasan

Sebagai pemimpin tradisional ASEAN, Indonesia mengharapkan AS menjadi bagian upaya damai, stabilitas, dan kerja sama inklusif di kawasan Indo-Pasifik. Ajakan itu disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri jamuan santap siang pemimpin negara-negara ASEAN bersama Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi dan anggota Kongres AS di Capitol Hill, Washington DC, Kamis (12/5). Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyinggung soal perang di Ukraina. Menurut Presiden, perang itu terjadi karena hukum internasional dan multilateralisme diabaikan. Situasi itu bisa terjadi di mana saja, termasuk di Indo-Pasifik. Untuk itu, Presiden mengajak AS terus menjadi mitra strategis ASEAN. Pakar Asia pada American Enterprise Institute, Zack Cooper, mengatakan, dalam pertemuan AS-ASEAN pada 12-13 Mei 2022 di Washington DC itu, AS kurang kokoh membangun komitmen pada ASEAN. ”Khususnya pada perdagangan dan investasi,” ujarnya kepada Financial Times, Jumat (13/5). Saat bertemu dengan para pemimpin ASEAN, Kamis lalu, Presiden Joe Biden tidak mengungkap adanya terobosan baru. Selain itu, tidak ada juga pengumuman kerja sama ekonomi yang, seperti diungkap sejumlah lembaga kajian Asia Tenggara dan AS, sangat diharapkan ASEAN. Biden hanya mengumumkan paket bantuan 150 juta USD untuk ASEAN. Nilai itu jauh di bawah paket bantuan untuk Ukraina. Dalam periode 24 Februari-30 April 2022, Washington mengucurkan lebih dari 10 miliar USD dan sedang mengupayakan tambahan 40 miliar USD untuk Ukraina. Nilai paket bantuan untuk ASEAN yang diumumkan Biden itu juga jauh di bawah paket bantuan yang dijanjikan Beijing. Untuk membantu ASEAN, China menjanjikan bantuan 1,5 miliar USD guna memulihkan ekonomi dan melanjutkan pembangunan infrastruktur.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Greg Poling, mencatat, Washington mengeluarkan rata-rata 85 juta dollar AS per tahun untuk program sejenis pada 2016-2021. Ia juga menyebut, total tawaran Biden amat kecil dan semakin kecil jika mempertimbangkan dana itu disebar di banyak program. ”Ini menunjukkan tantangan pemerintahan (Biden) untuk bersaing dengan China kala Beijing bisa memobilisasi miliaran USD dan memaksa BUMN (China) berinvestasi untuk tujuan politik,” katanya. Pemimpin Dewan Bisnis ASEAN-China Xu Ningning mengatakan, pertemuan Washington jelas berusaha menarik ASEAN lebih dekat ke AS. Namun, menurut dia, hubungan ekonomi ASEAN-China tidak akan terganggu, faktanya volume perdagangan ASEAN-China hampir tiga kali lipat dari volume perdagangan ASEAN-AS. Pada 2021, nilai perdagangan ASEAN-China mencapai 878,2 miliar USD dan ASEAN menjadi mitra dagang terbesar China pada 2020. Sebaliknya, nilai perdagangan ASEAN-AS tidak sampai 400 miliar USD. Selain itu, hubungan ekonomi ASEAN-China juga hanya bermotif ekonomi. Sementara AS cenderung membawa isu sosial politik dalam relasi ekonomi. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :