Laporan Dari Thailand, ASEAN Bersatu Lawan Eropa
Sejumlah negara di Asean bersatu untuk melawan kebijakan proteksionisme UniEropa yang dianggap diskriminatif terhadap beberapa produk asal Asia Tenggara. Seruan perlawanan itu dilontarkan oleh Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita di sela-sela pertemuan 25th Asean Economic Minister's Retreat di Phuket, Thailand, Senin (22/4) malam. Beberapa negara di Asean yang tengah menghadapi 'perlawanan' dengan Uni Eropa adalah Indonesia, Malaysia, Myanmar,dan Kamboja. Dengan Indonesia dan Malaysia, Uni Eropa mendiskriminasi minyak kelapa sawit mentah dan produk turunannya. Sementara itu, terhadap Myanmar dan Kamboja, Uni Eropa memberlakukan special safeguard untuk beras hasil produksi kedua negara tersebut.
Untuk menghadapi kebijakan perdagangan yang bersifat proteksionisme dari Uni Eropa, negara-negara Asean yang terdampak kebijakan proteksionisme itu sepakat menggalang kekuatan dan melakukan dua langkah utama. Pertama, sejumlah negara Asean sepakat untuk memberikan instruksi kepada perwakilannya di Jenewa, Swiss, untuk mengeluarkan pernyataan keras kepada UE atas nama kebersamaan Asean. Kedua, pihak-pihak yang dirugikan akan menyusun sikap bersama untuk menentang setiap langkah atau kebijakan perdagangan yang bersifat diskriminatif, baik dalam bentuk tariff barrier maupun nontariff barrier.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023