Larangan Ekspor Minyak Sawit Merontokkan Harga Saham
Larangan ekspor minyak sawit merontokkan harga saham emiten crude oil (CPO) sebesar 3,8% pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada hari berikutnya, Selasa, harga saham subsektor sawit itu rebound 1,4%. Para investor yakin, larangan ekspor sebagian besar jenis CPO itu hanya sementara hingga harga minyak goreng dalam negeri stabil kembali. Setelah sempat tertunda, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (26/4), secara resmi mengumumkan larangan ekspor sementara minyak goreng alam atau Refind, Bleached and Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein). "Jangka waktu pelarangan adalah sampai dengan tersedianya minyak goreng curah di masyarakat pada level harga Rp 14.000 per liter yang merata di seluruh wilayah Indonesia," ujar Airlangga. Sedangkan CPO dan RPO, kata Menko, masih tetap dapat di ekspor sesuai kebutuhan. Dengan demikian, perusahaan tetap bisa membeli tandan buah segar dari petani. (Yetede)
Tags :
#SawitPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023