;

Pemerintah Diminta Realisasikan Belanja

Ekonomi Yoga 26 Apr 2022 Kompas
Pemerintah Diminta
Realisasikan Belanja

Para pelaku UMKM berharap kementerian/lembaga dan pemerintah daerah merealisasikan kontrak pembelian barang/jasa. Dengan demikian, penyerapan produk dalam negeri untuk pengadaan barang/jasa pemerintah tidak berhenti pada komitmen dan diharapkan dapat menyokong perkembangan UMKM di dalam negeri. Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Abdullah Azwar Anas pada Pameran dan Pencocokan Bisnis Tahap II di JCC, Senin (25/4) mengatakan, nilai yang ditargetkan Presiden Jokowi Rp 400 triliun sudah terlampaui. ”Kini tinggal rencana itu dibelanjakan atau tidak. Inilah yang menjadi perhatian kami,” ujarnya. Berdasarkan data LKPP, anggaran belanja barang/jasa nasional mencapai Rp 1.039,7 triliun tahun ini. Dalam laporan terbaru, jumlah penyedia untuk pengadaan barang/jasa nasional Rp 561,6 triliun, terdiri dari pemda Rp 274,1 triliun dan kementerian/lembaga Rp 287,5 triliun.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pencocokan bisnis digelar untuk memperkuat produk dalam negeri. ”Kami optimistis, kalau produknya dibeli pemerintah, UMKM punya kesempatan memperbaiki produk dan meningkatkan kualitasnya,” ujar Teten. Menparekraf Sandiaga S Uno menyebutkan, sesuai Business Matching Tahap I di Bali, komitmen belanja pemerintah diharapkan mencapai Rp 483,2 triliun. Dia berharap komitmen itu direalisasikan jadi kontrak. Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, kementerian / lembaga dan pemerintah daerah jangan hanya sampai pada kontrak, tetapi juga menuntaskan pembayarannya. Dia meminta semua direksi BUMN untuk mengutamakan penyerapan produk dalam negeri. Menurut Erick, sesuai komitmen, setiap tender barang/jasa di bawah Rp 400 juta harus diberikan kepada UMKM. Kini sudah memiliki hampir 15.000 UMKM yang tergabung dalam Pasar Digital (PaDi) UMKM dengan nilai transaksi Rp 20 triliun. (Yoga)


Tags :
#UMKM
Download Aplikasi Labirin :