Pascapemilu 2019, Manufaktur Diproyeksi Tumbuh Agresif
Kondisi Indonesia yang tetap stabil seusai Pemilu 2019, diyakini akan menjadi pendrong aktivitas perindustrian makin agresif. Apalgi beberapa kebijakan akan diluncurkan untuk memudahkan pelaku industri berusaha. Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan bahwa kondisi ekonomi, politik, dan keamanan di Indonesia masih tetap stabil dan kondusif sehingga akan mendukun berjalannya aktivitas usaha atau perindustrian semakin agresif. Menperin memastikan bahwa setelah Pemilu 2019 akan banyak proyek prioritas yang segera berjalan, termasuk beberapa proyek prioritas di industri Petroimia. Selain itu, ada finalisasi peraturan mengenai mobil listrik dan pemberian insentif bagi industri. Subsektor yang diproyeksikan tumbuh tinggi, antara lain industri makanan dan minuman, industri permesinan, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika. Pada rapat terbatas Presiden dan sejumlah Menteri sebelumnya, disebutkan bahwa Arab Saudi akan berinvestasi di industri petrokimia senilai US$6 miliar atau setara Rp84,31 triliun.
Direktur Eksekutif CORE Mohammad Faisal mengatakan sektor manufaktur merupakan kunci pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi terhadap PDB tertinggi dibandingkan dengan sektor lainnya. Sepanjang tahun lalu, industri pengolahan ninmigas menyumbang 19,86% dari total PDB nasional. Industri pengolahan juga mencatatkan penyerapan tenaga kerja hingga 18,25 juta orang pada tahun lalu. Pemerintah saat ini kurang memprioritaskan industri ini sehingga Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5%. Salah satu contoh kebijakan pemerintah yang dinilai kurang mendukung adalah aturan post border yang bertujuan memperbaiki dwelling time, tetapi justru membuka pintu impor yang lebih besar.
Tags :
#Industri ManufakturPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023