APBN Berbalik Surplus Rp 10,3 Triliun
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 membukukan surplus Rp 10,3 triliun atau setara 0,06% dari produk domestik bruto (PDB) selama kuartal I tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu defisit Rp143,7 triliun. Per Maret 2021, defisit APBN mencapai 0,85% dari PDB. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pendapatan negara hingga akhir Maret 2022 mencapai Rp501,0 triliun atau tumbuh 32,1% year on year (yoy) dari periode sama tahun lalu Rp379,4 triliun. "Pendapatan negara yang tumbuh kuat 32,1% tidak hanya kerana faktor komoditas atau windfall, namun juga didorong oleh pemulihan ekonomi yang cukup solid dan merata," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu. (20/4). Sementara itu, dia menyatakan, realisasi belanja negara mencapai Rp 490,6 triliun, namun 10,3%. Adapun tingkatan penyaluran transfer ke daerah dan dana desa tumbuh 2% dan menjadi Rp176,5 triliun. (Yetede)
Tags :
#APBNPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023