Pertalite Belum Saatnya Dinaikkan
Meski subsidi BBM dan LPG naik sekitar tiga kali lipat menjadi 234 triliun hingga Rp 245 triliun, pemerintah dihimbau tidak menaikkan harga komoditas stretegis itu. Dampak pandemi masih diderita oleh sebagian besar masyarakat menengah kebawah. Penurunan subsidi yang berdampak pada kenaikan harga BBM akan mendongkrak laju inflasi. Kondisi berpotensi besar menyulut ketidakpuasaan masyarakat yang dapat berdampak pada aksi unjuk rasa yang tidak mudah dikendalikan. Lonjakan minyak mentah dan gas dunia, antara lain akibat perang Rusia vs Ukraina, mendongkrak biaya produksi energi. Subsidi BBM dan subsidi LPG pada APBN 2022 diperkirakan naik tiga kali lipat. Pertamina sebagai penyedia BBM dan LPG mengalami tekanan cash flow yang serius. Data Kementerian Keuangan menunjukkan, pemerintah memiliki akumulasi utang tahun 2020 dan 2021 kepada Pertamina sekitar Rp93,1 triliun. Jika tidak segera dibayar Pertamina akan mengalami cash flow mismatch. (Yetede)
Tags :
#Ekonomi MakroPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023