;

Waspadai Sanksi AS pada Rusia

Ekonomi Yoga 11 Apr 2022 Kompas
Waspadai Sanksi AS pada Rusia

Berlanjutnya invasi Rusia ke Ukraina berarti berlanjut pula kemungkinan penjatuhan aneka sanksi ekonomi terhadap Mokswa oleh AS dan sekutunya. Washington disebut siap menerapkan aneka sanksi sekunder, yang jika diberlakukan, pihak-pihak yang berhubungan dengan Rusia bisa terkena efek secara langsung. Presiden AS Joe Biden pada tengah pekan lalu mengumumkan sanksi ekonomi baru terhadap Rusia. Targetnya menyusutkan PDB Rusia dua digit tahun ini sekaligus menghapus keuntungan ekonomi Rusia 15 tahun terakhir. Cakupannya, antara lain, melarang investasi AS di Rusia, memblokir sepenuhnya lembaga keuangan terbesar negara itu, dan menargetkan aset yang dipegang oleh anak-anak Presiden Vladimir Putin. Menurut VOA, dengan sanksi terbaru itu, Barat seperti kehabisan rem untuk menghentikan agresi Rusia ke Ukraina, kecuali jika mereka mau menekan secara langsung sektor minyak dan gas Rusia. Sanksi terbaru AS itu juga mencakup pemblokiran terhadap Sberbank, lembaga keuangan terbesar Rusia, dan Alfa Bank, bank swasta terbesar di negara itu. Sberbank adalah salah satu lembaga utama yang menangani pembayaran energi. AS juga memblokir Rusia dari sistem pembayaran utang dengan mata uang yang tunduk pada yurisdiksi AS.

Sanksi sekunder adalah jenis sanksi ekonomi lain yang diterapkan AS, menargetkan pelaku negara ketiga yang melakukan bisnis dengan rezim, orang, dan organisasi yang ditargetkan AS. Target Sanksi sekunder adalah orang atau pihak asing, terutama lembaga keuangan asing yang melakukan bisnis dengan individu, negara, rezim, dan organisasi dipihak yang dikenai sanksi. Pemberlakuan sanksi sekunder bakal diumumkan otoritas hukum di AS, sanksi sekunder dapat melarang warga atau pihak AS melakukan bisnis dengan lembaga keuangan asing tersebut. Bank AS juga membatasi transaksi atau rekening koresponden lembaga keuangan asing tersebut di AS. Namun, penerapan sanksi sekunder itu juga kontroversial. Sebab, sanksi itu dapat berefek terhadap sekutu AS yang mengandalkan energi Rusia dan sumber daya lainnya. Penerapan sanksi jenis itu bahkan dapat memecah posisi aliansi AS, khususnya NATO di Eropa, yang relatif tergantung pada sektor energi Rusia. Jerman yang terus membeli minyak dan gas dari Rusia, misalnya, bisa dinilai salah dari sisi AS. Sanksi sekunder juga dapat memicu kebingungan mengenai hal-hal apa saja yang dilarang atau tidak. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :