Konsumsi Rakyat Dijaga
Pemerintah berupaya memperkuat kepercayaan diri pelaku ekonomi sebagai upaya pemulihan nasional dan juga berupaya mempertahankan konsumsi masyarakat. Menurut Wapres Ma’ruf Amin yang juga Ketua Dewan Penasihat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), pemerintah juga mendorong lembaga keuangan untuk terus menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas, seperti pariwisata serta UMKM. Hal itu disampaikan Wapres dalam Economic Challenges Special Ramadan, IAEI 2022, Sabtu (2/4) malam. Untuk mempertahankan konsumsi masyarakat, pemerintah juga berencana mempercepat pencairan bantuan sosial yang menyasar 18,8 juta penerima.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, kebijakan bekerja dari rumah untuk mengendalikan penularan virus Covid-19 di awal masa pandemi menyebabkan masyarakat tak bisa membayar utang ataupun bunganya. Karena itu, relaksasi restrukturisasi kredit diperpanjang hingga Maret 2023. Untuk keuangan sosial syariah terdapat pengembangan zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ziswaf. Menurut Wapres, potensi zakat sekitar Rp 327 triliun per tahun. Namun, saat ini baru bisa digali sebesarRp 71 triliun. Untuk mengurangi scarring effect, Menkeu Sri Mulyani menyebut pemerintah menggunakan instrumen APBN untuk menjadi katalis dalam memunculkan kembali kepercayaan diri pelaku ekonomi. Selama 2021, kepercayaan diri konsumen sudah tumbuh positif yang terlihat dari indeks penjualan ritel. Namun, tetap ada kelompok belanja yang perlu mendapatkan dorongan dari APBN. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023