Banting Harga, Penginapan di Bali Sambut Wisatawan
Pemilik dan pengelola penginapan di Bali menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang menghapus aturan tes Covid-19 untuk pelaku perjalanan domestic serta karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri pada awal Maret 2022. Hal ini diharapkan menggairahkan kembali pariwisata di Pulau Dewata. Di Ubud, Kabupaten Gianyar, pengelola penginapan seperti Putu Diarthi mengaku mulai merasakan kembali naiknya kunjungan wisatawan, baik turis domestik maupun asing. Diarthi memiliki 4 kamar dengan balkon yang menghadap langsung ke kebun dan sawah di Ubud yang tersembunyi. Kamar itu ia sewakan mulai Rp 250.000 per malam hingga Rp 3,5 juta per bulan. Pada kondisi normal, tarif sewa kamar di penginapannya Rp 800.000 per hari.
Wisatawan datang ke Bali tidak hanya untuk berlibur. Sebagian wisatawan datang untuk work from Bali. Program bekerja dari Bali pertama kali dicanangkan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi pada pertengahan 2021, untuk memulihkan pariwisata dan perekonomian di Bali. Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana menyebut, rata-rata tingkat keterisian atau okupansi penginapan di Bali mulai naik menjadi sekitar 20 %. Langkah pemerintah memperluas kebijakan visa on arrival bagi pelaku perjalanan luar negeri khusus wisata ke Bali diharapkan juga mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara. Kadis Pariwisata Bali Tjokorda Bagus Pemayun mengatakan, pemerintah menambah jumlah negara yang mendapatkan pelayanan visa on arrival khusus wisata ke Bali, dari semula 23 negara menjadi 42 negara. (Yoga)
Tags :
#PariwisataPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023