Prahara di Ukraina, Laba di Amerika
Perang di Ukraina memberi sedikit jeda atas tekanan terhadap pemerintahan Presiden AS Joe Biden. Perang di daratan Eropa itu juga membuat perusahaan produsen persenjataan AS memanen banyak laba. Dalam 3 pekan perang, Washington telah mengumumkan paket bantuan pertahanan senilai total 1,35 miliar USD untuk Kiev. Awalnya 350 juta USD, lalu 200 juta USD, dan terbaru 800 juta USD. Washington juga menjanjikan bantuan kemanusiaan 250 juta USD untuk Kiev. Tentu saja Ukraina tidak menerimanya dalam bentuk uang tunai, dana itu dipergunakan untuk membeli aneka produk persenjataan buatan AS, lalu dikirimkan ke Ukraina.
Industri pertahanan AS tidak hanya mendapat dana dari pesanan Washington. Finlandia membeli 64 jet tempur F-35 senilai 9,4 miliar USD. Meski dikembangkan bersama NATO, AS adalah pemilik utama jet tempur itu. Jerman pada Maret 2022 membeli 35 jet tempur F-35. Berlin juga akan membeli sistem pertahanan udara. Selain itu, Jerman menjajaki pembelian helikopter dari Lockheed Martin atau Boeing. Polandia menjajaki pembelian pesawat nirawak MQ-9. Negara-negara Eropa juga berminat pada Javelin dan Stinger. Javelin merupakan rudal panggul antitank. Adapun Stinger rudal panggul anti pesawat. Saham produsen persenjataan AS dilaporkan terus naik sejak perang Ukraina meletus. (Yoga)
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Kerjasama Bilateral Indonesia-Korsel
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Pasar Dalam Tekanan
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023