Neraca Perdagangan Februari Kembali Surplus US$ 3,83 Milliar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Februari 2022 surplus US$ 3,83 miliar atau melonjak tinggi dibandingkan surplus Januari yang hanya US$ 960 juta. Rinciannya, realisasi ekspor tercatat sebesar US$ 20,46 miliar impor US$ 16,63 miliar. "Berdasarkan data ekspor-impor, terjadi surplus US$ 3,83 miliar, Trennya terjadi 22 bulan terakhir secara beruntun Indonesia mengalami surplus," tutur Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Selasa (15/3). Ekspor non migas meliputi ekspor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar US$ 340 juta atau turun 10,16% mtm, namun meningkat 10,36% yoy. Berikutnya, ekspor industri pengolahan tercatat sebesar US$ 15,53 miliar atau turun 1,23% mtm, namum naik 25,96% yoy. Terakhir,ekspor pertambangan dan lainnya tercatat US$ 3,6 miliar atau tumbuh 65,8% mtm atau tumbuh 84,6% secara yoy. Lonjakan itu ditopang oleh tingginya harga batu bara. (Yetede)
Tags :
#EksporPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023