Indonesia-Bangladesh Preferential Trade Agreement: Utamakan Win-Win Solution
Kendati berpotensi mengerek kinerja perdagangan nasional, Indonesia–Bangladesh Preferential Trade Agreement perlu dilakukan dengan hati-hati agar tetap bisa menjaga industri tekstil di Tanah Air.
Kementerian Perindustrian berharap agar perundingan Indonesia-Bangladesh Preferential Trade Agreement (IB-PTA) dilakukan secara hati-hati. Alasannya, Indonesia dan Bangladesh merupakan kompetitor satu sama lain di pasar ekspor produk tekstil.
Plt. Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignatius Warsito meminta agar perjanjian tersebut tidak menghambat akselerasi substitusi impor tekstil dan produk tekstil. Tahun lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor tekstil dan produk tekstil mencapai US$9,42 miliar, sedangkan ekspor pakaian jadi dan tekstil sebesar US$6,89 miliar.“Konsepnya harus win-win, terutama jika melihat kondisi tekstil dan produk tekstil. Walaupun di dalam kebutuhan substitusi impor dapat rapor hijau, tetapi saya pikir perlu juga akselerasi lebih cepat,” kata Ignatius, Selasa (8/3).
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023