Cerita Tahu yang Tak Menentu
Setelah mogok 3 hari memprotes kenaikan harga bahan baku, tahu kembali berproduksi. Tak ada hasil atau perubahan setelah mogok massal perajin tahu dan tempe. Harga kedelai tidak turun, sementara harga jual tahu tak bisa naik. ”Kalau dinaikkan, konsumen yang protes, ujung-ujungnya penjualan menurun,” ujar Anto, perajin tahu. Para perajin hanya bisa bersiasat mengecilkan ukuran dan ketebalan tahu demi bisa terus berproduksi dan laku di pasaran. Ada 30 perajin tahu di sentra produksi tahu milik Haji Aan di Jalan Duren Tiga Raya, Pancoran, Jaksel, yang kebanyakan berasal dari Sukabumi, Jabar.
Sentra produksi tahu milik Haji Aan itu telah berproduksi sejak puluhan tahun.Banyak perajin yang memilih produksi di tempat tersebut karena airnya cocok untuk pembuatan tahu. Mogok produksi selama tiga hari membuat proses pembuatan tahu pada hari pertama tidak terlalu maksimal. Pasalnya biang tahu yang digunakan untuk produksi pada hari pertama belum sempurna. Kondisi tersebut berdampak pada hasil produksi tahu yang rapuh.
Tags :
#Isu LokalPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023