Harga Minyak Mendekati US$ 100 Per Barel
Harga minyak mentah pada Selasa (22/2) mendekati US$ 100 per barel karena Rusia, sebagai produsen minyak mentah utama, bersiap mengirim pasukan menuju dua wilayah di Ukraina yang memisahkan diri. Donetsk dan Luhansk. Situasi ini memicu negara-negara di Barat menyiapkan sanksi ekonomi terhadap Negeri Beruang Merah itu. "Krisis yang semakin insentif antara Ukraina dan Rusia telah menimbulkan kekhawatiran soal gangguan pasokan yang akan terjadi, yaitu ketika sanksi-sanksi yang tampaknya akan dijatuhkan dapat melumpuhkan Rusia, sebagai pengekspor minyak mentah kedua di dunia dan produsen gas alam utama di dunia," ujar Victoria Scholar, kepala investasi di Interactive Investor, yang dilansir AFP. Sementara itu, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengungkapkan bakal menangguhkan proyek jalur pipa Nord Stream 2 dengan Rusia sebagai tanggapan atas pengakuannya atas wilayah Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023