;

BI Yakin Efek Omicron ke Pertumbuhan Minim

Ekonomi Hairul Rizal 11 Feb 2022 Kontan
BI Yakin Efek Omicron ke Pertumbuhan Minim

Gelombang ketiga penyebaran virus Covid-19 di Indonesia memang menciptakan kekhawatiran mobilitas masyarakat bakal terganggu lagi. Namun Bank Indonesia memprediksi, gelombang ketiga yang dipicu varian omicron efeknya tidak akan sedahsyat gelombang I maupun gelombang kedua saat penyebaran varian delta. Namun demikian, "Dampak omicron ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 tidak signifikan, bahkan kuartal I-2022 akan tumbuh relatif tinggi," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (10/2). Secara keseluruhan, Perry memperkirakan pertumbuhan di tahun 2022 akan mencapai 4,7 % year on year (yoy hingga 5,5% yoy. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan pada tahun lalu sebesar 3,69% yoy. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2022,BI kembali menahan suku bunganya (BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRR) di level 3,5%. Ia menegaskan, bank sentral akan mempertahankan suku bunga yang rendah sampai ada tanda-tanda kenaikan inflasi secara fundamental dan memberi tekanan di luar sasaran bank sentral. 

Download Aplikasi Labirin :