;

Cerita Traumatis dari Wadas

Cerita Traumatis dari Wadas

Khamidah, warga desa Wadas, terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya setelah polisi menangkap paksa puluhan warga menolak pertambangan batuan andesit. Polisi secara tiba-tiba mengangkut suami, anak sulung, dan adik Khamidah ketika sedang berdoa dan melakukan mujahadah di Masjid Nurul Huda, Dusun Krajan, pada Selasa lalu. Polisi menuding mereka sebagai provokator, Polisi menggelandang suaminya bersama puluhan warga lainnya. 

Polisi memborgol mereka menggunakan tali berbahan plastik. "Leher bagian belakang adik saya ditarik," kata Khamidah saat ditemui di rumah seorang warga di Dusun Randuparang, Wadas, Purworejo. Kekisruhan terjadi sejak awal pekan ini. Polisi turun ke lapangan berkaitan dengan pengukuran lahan milik warga yang dilakukan petugas Badan Pertanahan Nasional untuk proyek Bendungan Bener. Sebagian warga menolak pengukuran lahannya dibebaskan untuk penambangan batu andesit. Khamidah baru bisa bertemu dengan tiga anggota keluarganya setelah polisi membebaskan puluhan warga dan pengacara publik dari LBH Yogyakarta. (Yetede)

Download Aplikasi Labirin :