Kinerja Perdagangan 2022: Guncangan Surplus Dimitigasi
Kementerian Perdagangan memproyeksikan surplus neraca dagang tahun ini berada di rentang US$31,4 miliar—US$31,7 miliar atau merosot sekitar 11,39% dibandingkan dengan surplus 2021. Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag Kasan Muhri mengatakan penyesuaian proyeksi neraca niaga itu berdasar pada outlook harga komoditas global yang cenderung turun pada awal tahun ini. Kemendag tengah mewaspadai sejumlah faktor yang berpeluang menurunkan torehan neraca perdagangan pada tahun ini. Selain potensi merosotnya nilai komoditas dari siklus sepanjang 2021, implementasi Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) dari Uni Eropa juga diantisipasi. “Kami juga akan menggenjot ekspor Indonesia ke negara-negara tujuan ekspor nontradisional sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap Uni Eropa. Khususnya untuk produk-produk yang dikenakan pajak karbon seperti semen, besi baja, alumunium, pupuk dan listrik.” Sementara itu, Koordinator Wakil Ketua Umum III Kadin bidang Maritim Investasi dan Luar Negeri Shinta W. Kamdani memproyeksikan surplus neraca perdagangan pada tahun ini susut, karena tren pemulihan rantai pasok di tingkat global. Alhasil, siklus super komoditas perlahan bakal mereda pada tahun ini
Tags :
#Neraca PerdaganganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023