;

Antisipasi Turbulensi di 2022

Antisipasi Turbulensi di 2022

Kita harus mengantisipasi potensi ancaman multigatra 2022 yang cukup kompleks. Pada gatra keamanan, mulai dari terorisme, separatisme, kapal ilegal asing masuk perairan Indonesia, sabotase kabel telekomunikasi bawah laut, sampai pencurian data pribadi dan ransomware. Di bidang kesehatan, ancaman penyebaran Omicron dan varian lain Covid-19. Gatra ekonomi lebih kompleks lagi. Presiden Jokowi mensinyalir, Indonesia bakal memikul dampak kebijakan tapering off yang dikeluarkan The Fed, bank sentral AS. Pengurangan stimulus moneter oleh The Fed berpotensi memicu capital outflow, mengalirnya uang keluar, dari pasar keuangan di negara berkembang, seperti Indonesia. Terganggunya rantai pasok global juga berpeluang memicu meningkatnya inflasi. Meski demikian, UOB Economic Outlook 2022, optimistis memprediksi pemulihan ekonomi secara signifikan bakal terjadi, dipicu lonjakan investasi asing yang diduga meningkat tajam tahun ini.

Pada Gatra politik, turbulensi politik diduga menguat di tahun 2022. Gejolak menuju 2024 dibumbui oleh gencarnya perlawanan oposisi terhadap pemerintah dengan menggunakan isu-isu yang sudah ada maupun isu baru yang diciptakan sengaja. Situasi semakin rumit jika kaum nasionalis mengalami pembelahan secara radikal demi kepentingan kelompok dan kandidat masing-masing.

Simulasi jalan keluarnya; Pertama, mengedepankan etika sosial-kontekstual. Artinya, semua komponen politik perlu bersikap bijak di ranah sosial di tengah situasi pandemi. Beban negara yang begitu besar dalam menangani Covid-19 seyogianya menjadi beban kita bersama. Ancaman inflasi di negara-negara berkembang terkait kebijakan pengurangan stimulus moneter The Fed tidak hanya tanggung jawab pemerintah,tetapi seluruh lapisan masyarakat ekonomi dan politik. Implikasinya, sepanjang 2022 ini, diharapkan parpol, lembaga survei publik, dan berbagai ormas mampu menahan diri untuk tak terlalu mengedepankan diskursus Pemilu 2024. (Yoga)


Tags :
#Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :