Inovasi Teknologi Tingkatkan Produksi Ikan Budidaya
Inovasi teknologi berpeluang meningkatkan produksi perikanan budidaya, di antaranya aerator untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dan pemberi pakan otomatis (automatic feeder) agar lebih efisien, karena 60 % biaya produksinya dari belanja pakan. Pemanfaatan teknologi diharapkan mendukung pencapaian target produksi perikanan budidaya 2022 sebesar 18,77 juta ton, meliputi 8,69 juta ton ikan dan 10,08 ton rumput laut. ”Pendapatan pembudidaya ikan ditargetkan naik menjadi Rp 5 juta per bulan dari sebelumnya Rp 3,5 juta per bulan,” ujar Direktur Pembenihan Dirjen Perikanan Budidaya KKP Nono Hartanto dalam gelar wicara ”Aplikasi Teknologi untuk Meningkatkan Produksi Budidaya”, Kamis (27/1). Kendala yang dihadapi pembudidaya antara lain pembenihan, pemberian pakan, dan kualitas air. Hal ini berdampak pada hasil produksi yang kurang optimal. Juga persoalan pengolahan dan pemasaran.
Gelar wicara itu juga berbarengan peluncuran AgResults yang merupakan kompetisi inovasi teknologi untuk meningkatkan penggunaan teknologi bagi pembudidaya skala kecil, untuk menambah produktivitas dan pendapatan perikanan budidaya. Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB Indra Jaya menjelaskan, teknologi aerator berfungsi menjaga kadar oksigen di dalam air, namun masih didominasi produk impor. Dosen Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta, Romi Novriadi mengatakan, penggunaan automatic feeder berfungsi agar pemberian pakan lebih merata dan jarak antarwaktunya dapat diatur sesuai kebutuhan. (Yoga)
Tags :
#InovasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023