Proyeksi BI 2022 Transaksi E-Commerce Rp 530 Triliun
Transaksi e-commerce Indonesia sepanjang 2021 masih tumbuh tinggi meskipun di bawah perkiraan. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi e-commerce di 2021 sebesar Rp 401 triliun. Sebelumnya BI memperkirakan transaksi e-commerce tahun lalu bisa mencapai Rp 403 triliun. Artinya, hasil tersebut baru mencapai 99,50% dari target BI. Meski tidak sampai mencapai proyeksi BI, Gubernur BI Perry Warjiyo menilai hasil transaksi e-commerce sepanjang 2021 justru tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2020. "Ini masih tumbuh 50,8% bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar Rp 266 triliun," ujar Perry dalam pesan singkat yang diterima KONTAN Kamis (20/1). Yang terang, faktor inilah yang membuat bank sentral masih optimistis transaksi e-commerce di 2022 bakal kembali tumbuh. "Ada kecenderungan meningkat dari perkiraan kami (sebesar Rp 530 triliun),” tuturnya.
Mekipun demikian, Kepala ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual tidak mempersoalkan transaksi e-commerce Indonesia tahun lalu tidak sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia.
Makanya David menilai perkiraan transaksi e-commerce tahun 2022 ini yang sebesar Rp 530 triliun oleh Bank Indonesia tersebut sudah rasional. Pasalnya, masyarakat hingga saat ini masih gemar berbelanja secara daring. Sementara Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memproyeksi transaksi e-commerce tahun ini berada di kisaran Rp 490 triliun hingga Rp 500 triliun. Artinya berada di bawah perkiraan BI yang sebesar Rp 530 triliun.
Tags :
#e-commercePostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023