;

Ketidakpastian Datang, Kurangi Aset Beresiko

Ekonomi Hairul Rizal 24 Jan 2022 Kontan
Ketidakpastian Datang, Kurangi Aset Beresiko

Sejumlah sentimen menyumbang ketidakpastian di pasar saham Tanah Air. Pertama, percepatan kebijakan tapering bank sentral Amerika Serikat (AS). Bank Sentral AS, Federal Reserve, pada Desember 20221 membahas percepatan tapering menjadi US$ 30 miliar per bulan mulai Januari 2022 dan berakhir pada Maret 2022. Kedua, rencana kenaikan bunga AS. Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pekan ini diperkirakan membahas kenaikan bunga AS lebih cepat dibanding perkiraan. Analis B-Trade Raditya Krisna Pradana menilai, kebijakan AS berpotensi melemahkan rupiah. Kenaikan bunga AS menjadi katalis negatif bagi pasar saham lantaran investor akan cenderung memilih dollar AS sebagai instrumen investasi. Ketiga, kenaikan kasus Covid-19 dan penyebaran omicron di Indonesia. Meski omicron tidak terlalu mematikan seperi varian delta, penyebarannya yang cepat menjadi kekhawatiran pasar.


Tags :
#Saham
Download Aplikasi Labirin :