Ketidakpastian Datang, Kurangi Aset Beresiko
Sejumlah sentimen menyumbang ketidakpastian di pasar saham Tanah Air. Pertama, percepatan kebijakan tapering bank sentral Amerika Serikat (AS). Bank Sentral AS, Federal Reserve, pada Desember 20221 membahas percepatan tapering menjadi US$ 30 miliar per bulan mulai Januari 2022 dan berakhir pada Maret 2022. Kedua, rencana kenaikan bunga AS. Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pekan ini diperkirakan membahas kenaikan bunga AS lebih cepat dibanding perkiraan. Analis B-Trade Raditya Krisna Pradana menilai, kebijakan AS berpotensi melemahkan rupiah. Kenaikan bunga AS menjadi katalis negatif bagi pasar saham lantaran investor akan cenderung memilih dollar AS sebagai instrumen investasi. Ketiga, kenaikan kasus Covid-19 dan penyebaran omicron di Indonesia. Meski omicron tidak terlalu mematikan seperi varian delta, penyebarannya yang cepat menjadi kekhawatiran pasar.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023