Komoditas dan Rekor Indeks Saham
Sepanjang pekan lalu, pergerakan IHSG berfluktuasi, tetapi akhirnya indeks menguat, bahkan menutup perdagangan dengan rekor. IHSG Jumat (22/1/2022) naik 0,49 % menjadi 6.726,3. Mengalahkan rekor sebelumnya di level 6.723 pada 22 November 2021. Sementara untuk rekor intraday belum terkalahkan pada posisi 6.754 pada 22 November 2021. Kapitalisasi BEI naik 1,22 % menjadi Rp 8.463 triliun dari Rp 8.360 triliun pada pekan sebelumnya.Penguatan saham emiten sektor komoditas menjadi pendorong, hal ini tidak terlepas dari kenaikan harga beberapa produk komoditas. Harga CPO masih terus naik. Kontrak CPO berjangka 3 bulan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange naik 3,12% menjadi MYR 5.322 ringgit per ton, level tertinggi CPO yang pernah ada.
Batubara, yang pertengahan pekan lalu melemah, bangkit lagi pada akhir pekan di atas 210 USD per ton. Harga kontrak berjangka batubara ICE Newcastle ditutup naik 4,29 % menjadi 214,95 USD per ton. Jika memperhatikan grafik indeks komoditas, seperti grafik Commodity Research Bureau (CRB) Index, kenaikan sudah terlihat sejak 2020. Terlihat jelas korelasi positif indeks komoditas CRB dan IHSG. Dalam 6 bulan terakhir, kinerja IHSG tercatat naik 11,5 %, melampaui kinerja indeks S&P 500 yang bertumbuh 2,8 % dalam 6 bulan terakhir. Di tengah kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron, kenaikan harga komoditas masih menjadi pendorong kenaikan indeks saham pekan ini. (Yoga)
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023