Inflasi, Omicron, dan Ekonomi
Inflasi meningkat tajam di AS, Eropa, dan beberapa negara berkembang, dipicu pemulihan ekonomi yang kuat, kenaikan harga energi, harga pangan, hambatan rantai pasok, dan besarnya likuiditas pasar keuangan. Inflasi di AS mencapai 7 %, tertinggi selama 40 tahun, krena itu, The Fed harus menaikkan suku bunga sekitar 4 kali dimulai Maret 2022. The Fed juga mengurangi pembelian obligasi (tapering), mengendalikan neraca keuangannya yang demikian besar. Negara berkembang dengan inflasi tinggi antara lain Turki dan Brasil. Brasil telah menaikkan suku bunga beberapa kali. Turki atas desakan presidennya tidak menaikkan suku bunga karena menghambat pemulihan ekonomi.
Sementara itu penyebaran varian Omicron meningkat signifikan di banyak negara. Namun, dengan vaksinasi dan memperketat kembali prokes, tak harus lagi dilakukan lockdown. Bagaimanapun penyebaran Omicron menghambat pemulihan ekonomi. Karena itu, mencegah penyebaran Omicron menjadi bagian penting bagi keberlanjutan pemulihan ekonomi.
Inflasi di Indonesia masih relatif rendah 1,87 % karena pemulihan ekonomi belum kuat benar, dan harga energi dikendalikan pemerintah. Sementara harga pangan mulai merangkak naik. Rantai pasok juga mengalami hambatan. Likuiditas yang besar di pasar keuangan dengan rendahnya suku bunga kebijakan rentan terhadap inflasi. BI harus menyesuaikan rencana The Fed menaikkan suku bunga, kemungkinan 4 kali di 2022. Sejarah kebijakan moneter memperlihatkan, kenaikan suku bunga The Fed berkait erat dengan kenaikan suku bunga kebijakan di Indonesia, selain karena inflasi, juga karena terjadinya aliran modal keluar dan tekanan terhadap rupiah.
Inflasi dan Omicron kali ini sama-sama sumbernya dari luar negeri. Keduanya juga punya sifat penularan yang tinggi (fenomena kuantum), berakibat besar pada masyarakat, terutama yang berpendapatan rendah. Upaya mengendalikannya harus dilakukan secara antisipatif, dengan tindakan yang bertahap sesuai intensitasnya, dan siap melakukan tindakan yang lebih ketat jika keadaannya memburuk secara berarti. (Yoga)
Tags :
#InflasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023