Bunga Kredit Tinggi, Bank Digital Nikmati Margin Tebal
Anomali terjadi di industri perbankan. Semarak bank digital seharusnya membikin biaya bank semakin murah, sehingga bunga kredit turun. Nyatanya, bunga kredit bank digital malah tinggi. Bandingkan saja, ketika bank konvensional sudah mengenakan bunga kredit single digit, bank digital mengenakan bunga kredit setinggi langit Tingginya bunga kredit ini tak lepas dari bank digital yang "nebeng" aplikasi lain. Dengan alasan baru berdiri, bank digital menggandeng financial technology (fintech). Meski menggunakan embel-embel digital, praktik bank digital Indonesia berbeda dengan luar negeri. Nubank Brasil, misalnya, bekerja keras menciptakan credit score sendiri. Sehingga bisa memberikan bunga lebih murah.
Di Indonesia, bank digital dengan strategi nebeng, menikmati margin tinggi, Bank Jago, misalnya, di kuartal III 2021 mencetak net interest margin (NIM) 6,1% atau di atas rata-rata NIM industri yang sebesar 4,52%. Tingginya bunga kredit itu juga akibat bank digital jorjoran memasang bunga simpanan tinggi dengan alasan promosi. Bank Neo Commerce (BNC) menawarkan bunga hingga 8% per tahun untuk pengguna baru. Sebagai acuan, bunga simpanan yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) saat ini hanya 3,5%.
Tags :
#BungaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023