Omicron dan Inflasi Bayangi Bisnis Ritel
Prospek penjualan ritel pada tahun ini diprediksikan lebih cerah sejalan dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi. Namun, dua hal berpotensi menghambat perbaikan penjualan eceran, yakni kembali merebaknya Covid-19 yang bisa berimbas terhadap mobilitas masyarakat hingga tekanan inflasi. Hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2021 sebesar 206,9, naik 3% dari bulan sebelumnya yang sebesar 201 poin. Tak hanya itu, IPR Desember 2021 mencatatkan pertumbuhan 8,9% ketimbang periode yang sama pada tahun lalu.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy menilai, perbaikan penjualan eceran akhir tahun tak terlepas dari terkendalinya penyebaran Covid-19. Sebab pada saat yang bersamaan, sejumlah indikator dini ekonomi juga terpantau membaik. "Misalnya, Indeks Keyakinan Konsumen, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur, dan inflasi yang menunjukkan perbaikan," kata Yusuf, Selasa (11/1). Namun, beberapa hal masih akan menjadi hambatan penjualan eceran tahun ini. Pertama, risiko penyebaran Covid-19 varian omicron yang berdampak pada pembatasan mobilitas masyarakat. Kedua, tekanan inflasi yang menggerus daya beli.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023