Getir di Balik Rekrutmen Guru PPPK
Rencana pengangkatan sejuta guru ASN berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2021 disebut sebagai catatan historis penanganan masalah guru honorer. Sayangnya, tak menyasar pembenahan nasib guru honorer yang mengabdi bertahun-tahun tanpa kejelasan status dan kesejahteraan. Justru masalah baru timbul, ribuan guru sekolah swasta bermigrasi ke sekolah negeri, sedangkan sekolah negeri kehilangan guru honorer yang telah mengabdi lama. Ribuan guru honorer sekolah negeri di tahap 1 rekrutmen memenuhi skor passing grade, tetapi tak mendapat formasi, ketika bersaing di tahap 2, kalah dengan guru sekolah swasta dan sarjana pendidikan bersertifikat pendidik yang mendapat afirmasi tinggi. Bagi guru swasta bersertifikat, menjadi guru PPPK meskipun statusnya kontrak lebih menjanjikan dari sisi kesejahteraan dan pengembangan karier, padahal, mereka mendapat tambahan gaji sebesar 1 kali gaji PNS setiap bulan.
Ormas yang mendukung pemerintah dengan menghadirkan sekolah swasta juga mulai protes. Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), yang terdiri dari berbagai yayasan penyelenggara sekolah swasta, menuntut supaya guru sekolah swasta yang diterima menjadi guru PPPK tetap bisa ditempatkan di sekolah swasta. Ketum PGRI Unifah Rosyidi meminta supaya pemerintah adil pada sekolah swasta. Rekrutmen PPPK harus dikembalikan pada tujuan awal untuk menyelesaikan pengangkatan guru honorer sekolah negeri yang kini justru tersingkir. Sekolah Muhammadiyah pun kehilangan 3.000 guru karena mereka lolos seleksi PPPK, ujar Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pengurus Pusat Muhammadiyah Alpha Amirrachman. (Yoga)
Tags :
#Isu LokalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023