Kegigihan Atlet ”E-sport”
E-sport merupakan bidang olahraga menggunakan media gim daring. Cabang olah raga elektronik ini berpotensi menjadi jalur prestasi untuk mengharumkan nama bangsa karena sudah resmi dianggap sebagai salah satu cabang olahraga. ”E-sport berkembang karena dampak masa pembatasan pandemi Covid-19 dan turnamen e-sport juga bertambah, seperti Dota, Mobile Legends, Valorant, dan Counter Strike (CS),” kata Valerie Trishya Hamihardja yang pernah menjadi perwakilan Indonesia dalam Valorant Champions Tour (VCT) tahun 2020.
”Tahun 2022 diprediksi ada banyak event e-sport secara offline, baik di sekolah, stadion, maupun mal,” kata Aqila Athalladika, KaptenTim Dota 2 UI yang mewakili Indonesia di China pada Desember 2019. Pemain profesional Indonesia memiliki banyak potensi, banyak yang menorehkan prestasi hingga ke kancah internasional, seperti Kenny ”Xepher” Deo (pemain profesional DOTA 2), Made Bagas ”Zuxxy” Pramudita (pemain profesional PUBG Mobile), Hansel ”BnTeT” Ferdinand (pemain profesional CS:GO), dan Muhammad ”Lemon” Ikhsan (pemain profesional Mobile Legends).
Menjadi atlet e-sport butuh keseriusan dalam menekuni bidang tersebut. Manajemen waktu menjadi tantangan utama anak-anak muda yang ingin menekuni dunia e-sport, ujar Aqila, apalagi, saat ini profesi itu menjanjikan masa depan. Para atlet e-sport mendapat penghasilan cukup lumayan, rata-rata upah yang mereka peroleh berada di atas UMR. Hal itu meliputi upah yang diterima dari tim e-sport yang memiliki kontrak kerja sama, sponsor, dan hasil memenangkan turnamen. (Yoga)
Tags :
#UmumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023