Keuangan Negara, Jangan Terlena dengan Ketangguhan 2021
Ketangguhan APBN 2021 terefleksi dari realisasi defisit anggaran Rp 783,7 triliun atau 4,65 % PDB, lebih rendah dari proyeksi defisit APBN 2021 sebesar 5,7 % PDB. Namun pemerintah jangan terlena dan tetap memantau potensi gangguan ketahanan fiskal demi jaga momentum pemulihan ekonomi. Tahun 2022 dinyatakan sebagai tahun terakhir defisit APBN di atas 3 %. Meski realisasi defisit APBN tahun lalu lebih baik dari target tahun ini, ada tantangan yang ancam stabilitas fiskal negara sepanjang 2022, mencakup pengendalian Covid-19, terutama munculnya varian baru, kerentanan pasar keuangan akibat tapering (bagian pengetatan kebijakan moneter) berbagai bank sentral negara ekonomi maju, serta potensi pelemahan kurs rupiah, hingga lonjakan impor. Belanja pemerintah meningkat seiring pembangunan infrastruktur yang masif, pengetatan stimulus moneter oleh bank sentral, diantaranya Bank Sentral AS (The Fed) berpotesi dorong pelarian modal asing yang bisa melemahkan kurs rupiah, juga berpotensi meningkatkan belanja negara dalam denominasi dollar AS. Euforia atas segala capaian pada 2021 sudah cukup, sekarang waktunya untuk menatap ke depan menjawab tantangan 2022. (Yoga)
Tags :
#KeuanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023